Gara-gara Burung Milik Tetangga
Gotogel303 - Di semilir angin kecil pagi hari buta berhembus-hembus menggoyangkan tanaman-tanaman kecil nan hijau,hingga embunpun lepas menetes dari tubuh hijau menuju tanah yang subur.Terlihat sesosok wanita yang sedang berjalan menuju sawah yang penuh dengan berbagai macam tanaman di sekelilingnya.Ia bernama putri.
Terlahir dari keluarga yang sangat sederhana,dengan orang tua yang lengkap yang selalu ada untuk membawanya kedalam kehidupan yang nyata penuh dengan tantangan.Ia merupakan anak keempat dengan tiga bersaudara.Di waktu yang sunyi seperti ini,ia mencoba mengingat-ingat tentang kehidupan dimasa kecilnya yang kurang bahagia.Disebabkan,karena kesibukan orang tuanya berdagang dan mendirikan sebuah industri dengan kecil beberapa pekerja di rumahnya.
Setiap pagi bangun tidur,ia selalu memanggil-manggil ibunya “ibu….ibu…” dengan lantunan yang manja.Ibu menjawab “iya!!......apa? lagi sibuk menata dagangan”.Mendengarkan jawaban itu ia bergegas bangun,dan seperti biasa bibi yang merupakan adik dari ibunya bernama ribut,menyiapkan air hangat untuk ia mandi.Meskipun ia masih berumuran 5tahun,ia sudah bisa merasakan bagaimana ibu yang sayang pada anaknya.Ia ingin sekali dimandikan oleh ibunya.Tetapi saat ia mau berkata “ibu…….aku,,” ibunya menjawab “sudah,mandi ya mandi! Tidak usah manja”.Dan akhirnya ia pun mandi sendiri.
Selesai mandi,ia melihat ketiga kakaknya Hestin adalah anak pertama,Tyo adalah anak kedua,dan ichsan adalah anak ketiga.Ketiga kakaknya masing-masing berangkat sekolah.Hestin diantar bapaknya menggunakan motor karena ia sekolah di SMK di daerah tempel dan tinggal di asrama sekolahnya,ia 2 bulan sekali pulang.Tyo pergi kesekolah dengan sepeda karena SMP lumayan jauh dari rumah.Dan ichsan pergi kesekolah bersama temannya jalan kaki karena jarak SD sangat dekat dan ibunya memasukkan dagangan ke mobil pickup langganannya untuk di bawa ke Borobudur.
Pemandangan yang amat sibuk selalu ia lihat di pagi hari.Ia kesepian setelah kesibukan itu usai.Hanya di rumah dengan bibi dan neneknya.Ia diberi uang jajan hanya Rp.300,00 dalam sehari,uang pun habis untuk jajan secamam minuman TA(minuman soda).Saat itu lewatlah pedagang bubur kacang hijau yang setiap hari rabu ia jualan.Ia lupa kalau hari itu ada bubur jualan.Ia bingung! Ia lari kerumah nenek dan minta uang jajan.Tetapi,karena nenek sudah diberi tau ibu untuk tidak memberikan uang jajan kepadanya.Nenek membiarkan ia menangis sampai berjam-jam sampai bibi jengkel dan memukul pantat bocah itu dengan kayu yang sedang di potong-potong.Setelah itu ia bermain pisau dan berpura-pura seperti penjual tempe goreng.
Ia tak punya teman karena putri dilarang main dengan teman-temannya dan hanya dikurung di rumah.Tak tau apa yang sedang difikirkan anak itu.Ia terkena pisau yang ia mainkan.Darah yang banyak tercucur dari ibu jari imut miliknya.Ia tidak menangis dan selalu menutupi lukanya.saat bibi dan nenek menghampirinya,Ia menutupi dengan potongan-potongan kertas kecil sampai ia sembuh selama berhari-hari.
Bocah 5 tahun tersebut kini telah berumur 6 tahun.Ia ingin sekolah seperti teman-temannya.Dan akhirnya ia bersekolah.Tetapi,sampai TK besar pun ia tidak mau ditinggal bibinya pulang.Ia sekolah selalu di tunggu bibinya sampai pulang.Saat itu pernah terjadi kejadian lucu dimana putri waktu TK kecil ingin sekali ikut bus untuk rekreasi ke taman kyai langgeng yang diikuti banyak siswa siswi TK dan SD kelas 1-3.Tapi,karena putri tidak diijinkan oleh ibunya untuk ikut,saat busnya berangkat ia menangis sekencang-kencangnya sampai mengejar bus rombongan itu.
Ia berupaya agar ibunya luluh dengan cara ia menangis.Tetapi itu semua berkebalikan dengan fakta.Ibunya pergi meninggalkan ia untuk pulang.putri dengan kesedihan dan kekecewaannya pulang sendirian berjalan kaki.Ditengah-tengah perjalanan pulang,ia duduk di sebuah sungai kecil melihat rombongan air jatuh dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.Ia semakin merasa bahwa tidak ada seorangpun yang perduli terhadapnya.Tapi beruntung ia mempunyai seorang bapak yang penuh dengan kesabaran.
Anak itu kini beranjak ke kelas 1 SD dimana ia tidak ditunggu lagi oleh bibinya,akan tetapi ia masih diantar bapaknya setiap pagi.Disaat sekolah kelas 1,ia masih menjadi anak pendiam dan yang lebih parahnya ia tidak bisa membaca seperti teman-temannya.Setiap pulang sekolah,ia selalu pulang terakhir kali.karena pasti ada tebakan membaca,jika tidak bisa membaca maka terpaksa tidak pulang.
Pulang terakhir adalah hal yang biasa baginya tapi keberuntungannya adalah selalu dapat tebengan sebuah mobil penggraji kayu gelondongan.Ia selalu ikut dengan mobil itu dan duduk menghadap belakang.Prestasinya pun tidak membanggakan.Ia mendapat peringkat ke-18 dari 23 anak.Ia selalu di caci maki oleh ibunya dan pukulan-pukulan selalu jadi makanan sehari-harinya.Ia selalu jadi sasaran emosi kedua orang tuanya karena sering bertengkar.
Semakin bertambah umurnya,ia bernjak ke kelas 2 malah semakin nakal.ia mulai berani bergaul dengan teman-temannya.Bahkan dia berani sampai memukul temannya.Pernaj juga dia sok-sok an bermain burung mahal milik tetengganya.Ia telah diperingatkan oleh anak tetangga itu bernama Syifa.”jangan di buat main-main burung itu nanti lepas! Pasti ibuku marah besar!”.putripun menjawab “alaahhhh…. Cuma dipegang dikit aja!”.Dan akhirnya burung itu lepas dari sangkarnya.Syifa pun menangis ketakutan membayangkan ibunya yang pasti akan marah.Putri lari dari ruah itu,ia ketakutan di kamar,menangis,dan melihat kaca kamarnya. “memang aku itu tidak layak punya teman,baru begini saja aku ceroboh! gimana nanti kalau ibunya pulang dari pasar??”( bercampur isak tangis sambil bercermin dengan keadaan bingung).
Jarum jam pun semakin berjalan.dan suasana semakin menegangkan!. Ia berdo,a kepada allah “ya allah! Tolonglah aku,aku sangat percaya engkau maha bisa,maha pemberi keajaiban,kembalikan burung itu ya allah…”.Tetapi ia berkata dalam hati bahwa do,aitu tidak didengar oleh tuhannya ,ia berputus aja dan duduk dibelakang rumahnya sambil menangis dan ketakutan.
Tiba-tiba hal yang mustahil dibayangkan ada burung jatuh menabrak tembok belakang rumahnya.Ia bergegas lari dan menangkapnya.Ia senang sekali,dari peristiwa itu ia tersadar bahwa masih ada yang sayang terhadapnya.Yaitu tuhannya.
Dengan keteguhan hatinya ia menjadi anak yang pemberani dan selalu menduduki peringkat 3 besar di SDnya dari kelas 2,3,4,dan 5.Mentalnya terbentuk disaat ia menjadi perempuan pemimpin upacara pertama di sekolahnya.Sebelumnya pemimpin selalu laki-laki dan dengan keyakinan ia meminta sendiri kepada guru OR untuk menjadikannya seorang pemimpin upacara.Ia meraih juara Qira’ah dari berbagai sekolah MI di daerahnya.
Ditambah lagi dengan kerukunan orang tuanya dan memutuskan untuk menutup industry kecilnya,karena hasil berdagang menghasilkan 2 hektar tanah yang terdiri dari 15 petak sawah dan kebun,serta pembedahan rumah,maka orang tuanya beralih profesi menjadi petani setelah kedua kakaknya sudah bekerja.
Tetapi tatkala kelas 5,ia sangat dibenci oleh kakak kelasnya,mungkin karna ia centil,nyebelin,kenes(dalam bahasa lokal),dan kakak kelas itupun tidak ada henti-hentinya setiap istirahat mendatangi kelas putri tepat di kelas 5A.Putri dicaci maki dan bahkan ia ditampar.Pada akhirnya bapaknya pun tidak terima atas oerlakuan kakak kelas itu terhadap anak kesayangannya,akhirnya pun putri memutuskan untuk tidak sekolah selama berhari-hari.
Menginjak kelas 6,dengan hati yang senang bercampurkan lega,ia naik kelas dengan peringkat 1 dan karena berkat itu kakak kelasnya pergi meninggalkan sekolahnya.Ia mempunyai banyak teman dan sangat disayang guru-gurunya.Orang tuanya pun lebih perhatian terhadap putri.Ia pernah dikirim lomba kepanduan,cerdas cermat,olah raga yang diikuti banyak SD di daerahnya kurang lebih 25 sekolahan.
Ia dapat memboyong piala-piala dan mengharumkan nama SDnya.Sesuatu yang sulit di percaya dari seorang anak yang dulunya begitu badung dan tidak bisa membacanya.Tapi semakin hari,ia semakin tidak mau belajar.Itu sangat mengkhawatirkan guru-gurunya.Dan disaat UN telah dkerjakannya,hasil dari UN akan segera di terima oleh ibunya putri yang sangat galak.Dan akhirnya dengan cuaca cerah mendukung ditambah dengan jantung putri yang berdisco “deg,deg,deg” semua wali murid masuk di kelas-kelas.teman-temanya pun mendekatinya dan bertanya “ put? Kenapa kamu terlihat gugup? Dan kenapa buguru berkata kalau kamu udah bosen belajar?”.Putri pun terdiam lalu keluar kata-kata dari bibirnya “iiiiyaaa!
Aku gugup eL,aku…” sebelum selesai menjawab pertanyaan eliya,orang tuanya keluar dengan dengan raut wajah senang dan menghampiri eliya.sampai terakhir kali UN putri di bagikan dengan raut muka seram tanpa senyum ibunya saat keluar dari kelasnya dan dengan perasaan putri yang sangat tidak karuan asi,pedes,manis,pahit, semua berkecambuk dalam hati.Selangkah demi langkah ibu menghampiri putri dan akhirnya menangis dan memeluk putri,karena ia mendapat juara 1 UN di SDnya dari 62 anak.kelas 6A dan 6B.
Beranjaklah ia ke dunia keremajaan dan tiba saatnya a menginjak sekolah baru yang di idam-idamkan dengan seragam putih biru.Di pagi hari dengan sentuhan hangat sang mentari,Ia mulai melangkahkan kaki berjalan,langkah demi langkah demi langkah mencapai jejakan kaki hingga sejauh 2km.Dengan rangkaian MOS yang telah berlalu dan melegakan hati sang putri.Kini saatnya ia mulai menjalani hari-hari penuh ilmu.Hsl yang membanggakan juga terdapat di masa-masa SMPnya.Ia jadi bintang kelas di kelas 7A.
Akan tetapi ia mulai bersedih karena mendapat musibah,dimana ibu yang mulai memperhatikannya menderita penyakit Diabetes yang dapat menimbulkan kematian.Dan itu membuat putri tidak konsen dalam belajar dan menjalankan kehidupannya.”kenapa,setiap aku akan bahagia ,selalu saja ada hal yang menyedihkan.” Kata-kata itu tiba-tiba terlintas di fikirannya saat itu.Dan saat ia menganjak kelas 8,kakak ke-3nya ,ichsan mengalami kesulitan kerja.
Karena kedua kakaknya yang lain telah menetap hidup di Cikarang,jawa barat.Ichsan dilarang orang tua untuk pergi merantau.Akan tetapi,semakin lama ichsan menganggur,hati orang tua pun mulai terbuka dan mengizinkan ichsan pergi bekerja ke Jakarta.Dan akhirnya dengan kegigihannya ichsan dapat menjadi karyawan tetap di PT.ASTRA,karawang.Disisi lain,putri terus belajar karena ingin sukses seperti kakak-kakaknya yang selalu memotivasinya.Semakin bertambah tingkatan kelasnya,ia semakin aktif di bidang ekstrakulernya terutama seni tari,TONTI,dan pramuka(DG).Banyak juga prestasi yang telah di raihnya.
Dan dengan berbagai halang rintang,ia mendapat peringkat 1,2 di kelas 8 dan 9.akan tetapi sungguh sayang,di nilai UN nilainya tidak seperti yang diinginkan dan sekolah SMA NEGERI 1 MUNTILAN yang merupakan sekolah impiannya pun tidak dapat ia masuki.Orang tua pun tidak mengizinkan ia bersekolah di SMK Katolik yang merupakan sekolah favorite dan sekolah-sekolah SMK di kota magelang.
Dari hal itu putri pun kesulitan untuk memilih sekolah SMK dan membuat keputusan untuk tidak bersekolah lagi.Karena pilihan orang tuanya hanya sekitar daerah muntilan.Sepulang dari sekolahnya yang mempromosikan sekolah-sekolah tingkat SMK dan SMA ia terlihat sangat lemas di rumahnya.Tiba-tiba orang tua member sebuah formulir yang bercoverkan SMK MUHAMMADIYAH 1 BOROBUDUR.
Ia sangat terkejut dari hari sebelumnya pernah terlintas ia ingin sekolah di SMK tersebut.Tetapi ia berfikir tidak mungkin,karena pilihan orang tuanya hanya di sekitar daerah muntilan.Ia yakin orang tua tidak setuju karena terlalu jauh.Akan tetapi,menurut orang tuanya ia harus tinggal di asrama seperti kakak perempuannya dulu.setelah beberapa hari ia melamun dan terfikir jauh.Ia memantapkan hati untuk mencoba masuk di SMK itu.Dan akhirnya ia bisa diterima dang tinggal di asrama sekolahnya yang penjaga (bapak asrama) masih ada ikatan saudara.
Dari tiupan angin dan suara jantan berkokok membangunkannya dari tidur yang membawanya menuju mimpi-mimpi hiasan tidur semalam.Ia terbangun! Hari itu adalah hari diman ia akan mencium atmosfer sekolah barunya di masa putih abu-abu dan tinggal bersama teman-teman di asrama.
Di asrama ia melihat berbagai wajah-wajah asing dimatanya,karena ia tidak mempunyai teman dari SMPnya.Tetapi,ia juga sekilas melihat orang yang tak asing dimatanya yang mana dia adalah kakak kelas yang melabaraknya di masa SDnya.Putri di gunjing dan selalu di gunjing hingga di kucilkan “kehidupan apalagi ini!!!” hatinya berkata seperti itu.Ia berdo’a dan berdo’a agar mendapat teman-teman baik di tempat yang akn ia huni selama 3 tahun.
Ia tergolong anak yang rajin disana danlambat laun kakak kelasnya pun mendekatinya,bahkan musuh SDnya pun menjadi teman masaknya.dan akhirnya di angkatlah ia menjadi ketua asrama disana.dimana semua anak harus tunduk patuh terhadapnya.
Semakin hari,ia semakin di segani banyak orang disekitarnya.dari teman kelas,kakak kelas,hingga guru-guru di sekolahnya.Hidup semakin lancar ia jalani.ia masuk jurusan akuntansi,dimana jurusan itu merupakan pilihan dari ibunya.Ia pun menjalaninya dengan ikhlas dan “nikmati hidup seperti air yang terus mengalir” adalah semboyan hatinya.Pagi hari memasuki kelas 10 akuntansi 2 dengan tidak semangat dan berangkat telat itu adalah kebiasaan buruknya.dengan hati yang nggak karuan,ia selalu mengikuti hari-hari penuh ilmu.
Tapi,ia selalu bolos saat pelajaran agama yang hanya 1 jam pelajaran.Ia lebih memilih tidur di asrama.Berbeda ketika ia terpilih menjadi anggota pleton inti,semakin hari terjadi peningkatan karakter dalam dirinya,mulai dari sikap,dan semangat belajar hingga selalu ceria dan menyapa teman sekelasnya.Di kelas ia berteman tidak pernah pandang bulu,dari teman pendiam sampai cerewetpun ia gauli.sampai akhirnya pula ia di angkat menjadi ketua kelas.
Target menjadi ketua kelas yaitu dengan cara bagaimana kelasnya bisa menjadi kelas terkompak,motivasi dan ajakan-ajakan selalu ia lontarkan disaat ada kesempatan breefing bersama satu kelas.Ia berupaya agar teman-temannya juga aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler.semua tujuan itu dapat ia laksanakan.Bukan berarti orang seperti ia tidak punya cinta.
Ia menjalin hubungan dengan kekasihnya sejak kelas 2 smp dan belum pernah putus.Ia selalu bersyukur karena mempunyai kekasih yang selalu menerima apa adanya dan jarang untuk ketemu,hal itu ia katakan dalam hatinya saat berada di lapangan putih sekolahnya untuk latihan pleton inti dengan bimbingan seorang polisi bernama winadi.motivasi dari pelatihnya selalu ia jadikan pedoman untuk menjalani kehidupannya.Ia tidak hanya melatih tentang TUB-PBB saja tetapi,mengajarkan berbagai banyak hal ataupun pengalaman tentang pembentukan karakter seseorang
Menginjak kelas 11,pada awalnya ia semakin bersemangat untuk belajar.Namun setelah mengikuti beberapa ektrakulikuler,kegiatan belajarnya menjadi terganggu.Ia mengikuti beberapa organisasi di sekolahnya.Sesampainya ke kelas 12,nilainya semakin menurun.Tapi ia selalu percaya akan kerja kerasnya selama ini akan membuahkan hasil kelak tidak tahu pasti kapan waktunya.Ia menjalaninya dengan penuh ikhlas.Ia akan berusaha keras agar bisa menjadi wanita yang berguna bagi semua orang yang membutuhkannya.Itulah cita-cita yang selalu ada di benak hatinya.



Tidak ada komentar